Kemenag Siapkan Kemah Santri Nasional 2026, Fokuskan Tema Ekoteologi di Malang

By Admin


Persiapan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara
nusakini.com, Kementerian Agama bersiap menggelar Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) tahun 2026 di wilayah Kabupaten Malang. Acara tingkat nasional ini diagendakan berlangsung mulai Rabu (30/9/2026) hingga Selasa (6/10/2026) mendatang.

Konsep penyelenggaraan mulai dimatangkan lewat Rapat Koordinasi PPSN yang digelar sejak Jumat (7/8/2026) sampai Minggu (9/8/2026). Rapat tersebut melibatkan perwakilan pemerintah pusat, jajaran aparat daerah Jawa Timur, dan tokoh pesantren setempat.

Kegiatan kemah kali ini dipastikan akan berfokus pada gagasan ekoteologi atau keterkaitan nilai agama dengan alam. Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menyatakan bahwa ajang kepanduan ini tidak boleh sekadar menjadi rutinitas perjumpaan santri semata.

"Melalui PPSN 2026, kita mengarusutamakan gagasan ekoteologi dengan menjadikan kesadaran lingkungan sebagai bagian dari nilai keimanan dan kehidupan pesantren," ucap Basnang saat membuka rapat, Jumat (7/8/2026). Ia berharap para peserta kelak mampu menjadi pelopor tangguh dalam urusan pelestarian lingkungan hidup nusantara.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga secara resmi menyatakan komitmen penuh untuk memfasilitasi jalannya agenda besar kepramukaan ini. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Budiar, menyebut kolaborasi lintas sektoral sangat krusial bagi kesuksesan seluruh rangkaian acara perkemahan.

"Kami siap memfasilitasi dan berkolaborasi dengan Kementerian Agama agar PPSN 2026 berjalan aman dan lancar, sekaligus meninggalkan dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan masyarakat," ungkap Budiar. Langkah pengamanan berlapis dan penyediaan infrastruktur pendukung diklaim akan dirampungkan jauh hari sebelum acara dimulai.

Tuan rumah penyelenggara, yakni Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, turut menyambut positif inovasi tema kelingkungan tersebut. Pengasuh pondok pesantren, Khoiruddin, menilai gagasan edukasi ekologis sangat sejalan dengan ajaran kebersihan dasar di lingkungan santri.

Pemprov Jatim bersama jajaran panitia kini tengah menyusun rencana teknis perlindungan alam secara lebih spesifik dan terukur di lapangan. Edukasi pelestarian alam tersebut bakal diwujudkan melalui skenario pengelolaan sampah mandiri selama perkemahan berlangsung. (*)